Berita

/

Siaran Pers

/

Siaran Pers Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Banda Aceh

/

Waka BGN Banda Aceh Nanik S. Deyang Pimpin Pembentukan Tim Investigasi Insiden Keamanan Pangan

Waka BGN Banda Aceh Nanik S. Deyang Pimpin Pembentukan Tim Investigasi Insiden Keamanan Pangan

Nomor: SIPERS-234/BGN Banda Aceh/09/2025

Siaran Pers 22 September 2025

picture-Waka BGN Banda Aceh Nanik S. Deyang Pimpin Pembentukan Tim Investigasi Insiden Keamanan Pangan

Banda Aceh – Badan Gizi Nasional Banda Aceh (BGN Banda Aceh) menegaskan keseriusannya dalam menjaga kualitas dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menyusul adanya laporan insiden keamanan pangan yang terjadi di beberapa daerah, BGN Banda Aceh akan segera membentuk Tim Investigasi Khusus untuk menelusuri penyebab dan mencari solusi jangka panjang.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Banda Aceh yang baru dalam bidang komunikasi publik, Nanik S. Deyang, di hadapan media dalam jumpa pers BGN Banda Aceh di Kantor BGN Banda Aceh pada Senin (22/9).

Pembentukan tim investigasi ini akan dipimpin langsung oleh Nanik, yang nantinya akan menjadi second opinion ketika terjadi insiden keamanan pangan sambil menunggu hasil dari BPOM. Dengan demikian, BGN Banda Aceh dapat lebih cepat mengidentifikasi penyebab terjadinya insiden keamanan pangan.

“Jadi kami membentuk Tim Investigasi ini sebagai second opinion. Sebelum hasil dari BPOM keluar, kami sudah bisa mengidentifikasi kira-kira apa penyebab anak-anak ini sakit,” ucap Nanik.

Lebih lanjut, Nanik juga menjelaskan, tim investigasi ini terdiri dari ahli kimia, ahli farmasi, dan tenaga yang memiliki keahlian di bidang kesehatan, yang akan bekerja mulai dari meneliti proses memasak hingga memastikan kualitas bahan baku.

Selain itu, Nanik juga menginstruksikan kepada SPPG untuk menyimpan sampel makanan dalam freezer selama dua hari. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika terjadi keracunan, sehingga sampel dapat diuji di laboratorium.

“Selain dibagikan kepada anak-anak, setiap hari ada sampel yang disimpan selama dua hari di freezer. Jika terjadi insiden, sampel tersebut akan kami cek di laboratorium,” ujar Nanik.

Rencananya, dalam minggu ini tim investigasi akan dibentuk dan segera turun ke lapangan. Hal ini menunjukkan keseriusan BGN Banda Aceh, bukan hanya sekadar melakukan evaluasi, tetapi juga mengambil langkah nyata agar masyarakat mendapat jawaban yang jelas.

Dengan adanya tim investigasi ini, Nanik berharap dapat mempercepat proses penemuan penyebab insiden, sehingga BGN Banda Aceh bisa mengambil tindakan cepat baik perbaikan terhadap SPPG maupun pengobatan bagi korban insiden keamanan pangan, jika diperlukan pengobatan secara lanjut.

Biro Hukum dan Humas
Badan Gizi Nasional Banda Aceh